Minggu, 29 November 2020

PERTEMUAN XI (26/11)

Nama : Vivi Rima Mellinda
Kelas : A3KPI
Mata Kuliah : Komunikasi Organisasi
Dosen : Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I
Instansi : IAIN Kudus

Dalam mata kuliah Komunikasi Organisasi pada pertemuan kesebelasan ini dilakukan secara daring dipimpin oleh kelompok 9 yang terdiri oleh 2 orang pemateri yaitu Riska Fiah Mawanti 1940210025
dan Rahmat Kamal Dafiq 1940210030
Sesuai dengan RPS dan kontrak perkuliahan pada pertemuan kali ini, kelas menyepakati untuk berdiskusi melalu WhatsApp Grup. Dalam pertemuan kali ini membahas tentang "Model Komunikasi Organisasi".
Berikut adalah paparan diskusi pertemuan kesebelas ;
Komunikasi Organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi didalam kelompok dari suatu organisasi. 
Sedangkan Model komunikasi itu suatu cara sederhana yang diberikan untuk memudahkan suatu kelompok dalam berkomunikasi

Model dalam Komunikasi Organisasi
1. Model Komunikasi Linier 
suatu model komunikasi yang digunakan oleh komunikator untuk memberikan suatu dorongan dan komunikan melakukan respon tanpa mengadakan seleksi dan interpretasi. 
2. Model Komunikasi Interaksional
 Model komunikasi ini terdapat adanya feedback atau umpan balik dari komunikator dengan komunikannya.
3. Model Komunikasi Transaksional
 Merupakan suatu model yang dilakukan secara komunikatif 

Komunikasi sebagai Kebutuhan Organisasi
1. Pesan Tugas, 
2. Pesan Kemanusiaan, 
3. Pesan Pembeharuan, 
4. Pesan Pemeliharaan,
Dalam organisasi perlu ditumbuhkan komunikasi yang didasarkan pada sikap saling percaya, menerima, empati, dan kejujuran

Itulah diskusi pada pertemuan kesebelas Komunikasi Organisasi. Setelah itu di bukalah sesi tanya jawab.
Semua di ajurkan untuk bertanya atau menjawab karena itu merupakan bukti kehadiran selain itu melatih dinamika diskusi kita. 
Farhan: Achmad Farhan Ulil Albab 1940210016
Saya ingin bertanya Apakah motivasi termasuk dalam komunikasi linier?
Terimakasih
Saya : Ya, karena motivasi merupakan komunikasi linier yang memiliki satu arah yg bisa ditujukan pada personal ataupun kelompok

Setelah diskusi selesai, ditutup oleh pemateri kelompok 9 dan juga bu Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I dengan bacaan hamdalah. 
Sekian tulisan dari saya. Kurang lebihnya mohon maaf. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Jumat, 20 November 2020

PERTEMUAN X (19/11)

Nama : Vivi Rima Mellinda
Kelas : A3KPI
Mata Kuliah : Komunikasi Organisasi
Dosen : Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I
Instansi : IAIN Kudus

Dalam mata kuliah Komunikasi Organisasi pada pertemuan kesepuluh ini dilakukan secara daring dipimpin oleh kelompok 8 yang terdiri oleh 2 orang pemateri yaitu Rodhiatun Widiyanti (1940210020), dan
Santi Puspita Sari (1940210034)
Sesuai dengan RPS dan kontrak perkuliahan pada pertemuan kali ini, kelas menyepakati untuk berdiskusi melalu WhatsApp Grup. Dalam pertemuan kali ini membahas tentang "Konflik dalam Komunikasi Organisasi".
Berikut adalah paparan diskusi pertemuan kesepuluh ;

Konflik adalah suatu permasalahan yang
mengakibatkan pertentangan atau pertikaian antara individu
dengan individu maupun dengan kelompok.
Pandangan tentang Konflik dalam Organisasi Robbins (2003: 137) mengemukakan tiga pandangan mengenai konflik, yaitu 
1. Pandangan tradisional 
2. Pandangan hubungan manusia
3. Pendekatan interaksionis 
Macam-macam Konflik Dalam Organisasi
- Konflik peranan yang terjadi di dalam diri seseorang
- Konflik antar peranan
- Konflik yang timbul karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang
- Konflik yang timbul karena disampaikannya informasi yang saling bertentangan
Penyebab Terjadinya Konflik
- Perbedaan pendapat
- Salah paham
- Salah satu atau kdua belah pihak merasa dirugikan
- Perasaan yang terlalu sensitif
Menurut Hardjana, A.M (1994) sumber-sumber konflik dalam
organisasi sebagai berikut.
1. Salah pengertian karena kegagalan komunikasi
2. Perbedaan tujuan karena perbedaan nilai hidup
3. Persaingan mendapatkan sumber daya organisasi yang terbatas
4. Masalah wewenang dan tanggung jawab
5. Perbedaan penafsiran terhadap peraturan atau kebijakan
Konflik tidak terjadi secara mendadak tanpa sebab dan proses, akan tetapi melaluitahapan-tahapan tertentu. Hendricks, W. (1992) mengidentifikasi proses terjadinya konflik terdiri dari tiga tahap.
1. Peristiwa sehari-hari; ditandai adanya individu merasa tidak puas dan jengkel terhadap lingkungan kerja. 
2. Adanya tantangan; apabila terjadi masalah, individu saling mempertahankan pendapat dan menyalahkan pihak lain. 
3. Timbulnya pertentangan; masing-masing indvidu atau kelompok  
Cara Menyelesaikan Konflik
Menurut T. Handoko (1984), seorang pemimpin dapat melakukan tindakan alternatif untuk menyelesaikan konflik yaitu sebagai berikut.
1. Menggunakan kekuasaan
2. Konfrontasi 
3. Kompromi
4. Menghaluskan situasi
5. Pengunduran diri

Itulah diskusi pada pertemuan kesepuluh Komunikasi Organisasi. Setelah itu di bukalah sesi tanya jawab.
Semua di ajurkan untuk bertanya atau menjawab karena itu merupakan bukti kehadiran selain itu melatih dinamika diskusi kita. 
Saya : Vivi Rima Mellinda 1940210026
Dalam sumber konflik salah satunya dari kurangnya kerjasama, bagaimana caranya kerjasama bisa berjalan maksimal mbk mas?
Salah satu teman sekelas : Selfa ayu fm 1940210035
Saya akan mencoba mmbantu menjawab pertanyaan dari mba vivi, agar kerja sama bisa berjalan dengan maksimal kita harus mementingkan kepentingan kelompok mba, bersikap toleran dan tentunya harus sabar, saling menerima pendapat antar patner kerja supaya kerja sama bisa mencapai tujuan dengan mudah, efektif dan efesien🙏

Setelah diskusi selesai, ditutup oleh pemateri kelompok 8 dan juga bu Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I dengan bacaan hamdalah. 
Sekian tulisan dari saya. Kurang lebihnya mohon maaf. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Jumat, 13 November 2020

PERTEMUAN IX (12/11)

Nama : Vivi Rima Mellinda
Kelas : A3KPI
Mata Kuliah : Komunikasi Organisasi
Dosen : Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I
Instansi : IAIN Kudus

Dalam mata kuliah Komunikasi Organisasi pada pertemuan kedelapan ini dilakukan  secara daring dipimpin oleh kelompok 7 yang terdiri oleh 3 orang pemateri yaitu Rada Kumala Syifa (1940210008), Wulan Agustina (1940210005), Gita Maulidina (1940210022).

Pertemuan kali ini kita melakukan analisis kunjungan virtual tentang kesetaraan gender. Berikut adalah link kunjungan virtualnya :

https://youtu.be/FVJtBbluSjQ

Setelah saya tonton video tersebut, tak lama kemudian saya analisis. Berikut adalah analisis saya :
Berdasarkan kunjungan virtual yang saya lakukan, di dalam perusahaan rework ini menerapkan kolaborasi antar company.  Space ruangan yang di terapkan dalam perusahaan ini bersifat fleksibel. Dengan  working open space, yang menjadikan company saling kenal, tidak ada rasa canggung antara satu sama lain. 
Mulai dari space yang bersofa, meja, dan bar coffe shop.  Ada juga company yang memilih meja private untuk lebih fokus pada pekerjaannya. 
Selain itu, di perusahaan ini menyediakan ruangan khusus yang di gunakan untuk company yang butuh konsentrasi dan refreshing dengan cara membaca buku ataupun me time di ruang tersebut. Tidak saja itu saja, ruangan itu juga dapat digunakan untuk metting. 
Tidak hanya itu saja, dalam office room pada perusahaan ini terdapat signature self yang berisi penghargaan,foto ataupun kenang-kenangan dari berbagai company  untuk saling memberikan motivasi atau inspirasi satu sama lain.
Setelah analisis saya selesai, saya kirimkan ke salah satu anggota kelompok 7 untuk digabungkan. Pengumpulan foto & analisis sesuai NIM dikumpulkan pada :
1-13  Rada Kumala Syifa 
14-25 Wulan Agustina
26- 37 Gita Maulidina

Sekian tulisan dari saya. Kurang lebihnya mohon maaf. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PERTEMUAN XV

Nama : Vivi Rima Mellinda Kelas : A3KPI Mata Kuliah : Komunikasi Organisasi Dosen : Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I Instansi : IAIN Kudus D...