Kamis, 29 Oktober 2020

PERTEMUAN VII (29/10)

Nama : Vivi Rima Mellinda
Kelas : A3KPI
Mata Kuliah : Komunikasi Organisasi
Dosen : Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I
Instansi : IAIN Kudus

Dalam mata kuliah Komunikasi Organisasi pada pertemuan kelima ini dilakukan  secara daring dipimpin oleh kelompok 6 yang terdiri oleh 3 orang pemateri yaitu Ahmad Sayid Abidin (1940210001),
Siska Ayu Anggraini (1940210007),
Muhammad Yusuf Ardianto (1940210023).
Sesuai dengan RPS dan kontrak perkuliahan pada pertemuan kali ini, kelas menyepakati untuk berdiskusi melalu WhatsApp Grup. Dalam pertemuan kali ini membahas tentang "PENGARUH IKLIM DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KOMUNIKASI ORGANISASI".
Berikut adalah paparan diskusi pertemuan ketujuh ;


Pengertian Iklim Organisasi

Iklim organisasi merupakan istilah untuk menggambarkan lingkungan organisasi atau situasi organisasi.
Terdapat 6 faktor iklim organisasi (Lirwin dan Stringer, 1968) yaitu:
1. Struktur
2. Responsibility
3. Warmth and Support.
4. Rewards.
5. Conflict.
6. Organizational identy.
Adapun dimensi iklim komunikasi organisasi
antara lain :
1. Kepercayan (Trust)
2. Pembuatan keputusan bersama (Participative Decision Making)
3. Dukungan (Supportiveness)
4. Keterbukaan terhadap komunikasi terbawah (Openness In Downward Communication)
5. Mendengarkan dalam komunikasi ke atas (listening in Upward Communication)
6. Perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggi (Concern For High Performance Goals)

Pengertian Budaya Organisasi

Menurut Robbins, budaya organisasi adalah sebagai nilai-nilai dominan yang didukung oleh organisasi, falsafah yang menuntun kebijaksanaan organisasi terhadap pegawai dan pelanggan, cara kerja yang dilakukan di tempat organisasi, asumsi dan kepercayaan dasar yang terdapat diantara anggota organisasi.
Robbins (2003) mengidentifikasi budaya organsiasi ke dalam tujuh karakteristik primer yang merupakan hakekat dari budaya organisasi itu sendiri. Ketujuh karakteristik itu yaitu:
1. Inovasi dan pengembangan resiko
2. Perhatian ke rincian
3. Orientasi hasil
4. Orientasi orang
5. Orientasi tim
6.  Keagresifan
7.  Kemapanan
Terdapat fungsi budaya organisasi, antara lain : adaptasi eksternal, integrasi intenal, memilih organisasi sesuai dengan budayanya, mewujudkan kebersamaan eksekutif  dan karyawan.

Tipe budaya Organisasi

Muchlas, berpendapat lebih jauh bahwa budaya terbuka dan partisipatif ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1. Kepercayaan kepada bawahan.
2. Komunikasi terbuka.
3. Kepemimpinan yang penuh pertimbangan dan suportif.
4. Pemecahan masalah secara kelompok.
5. Otonomi pekerja.
6. Tukar menukar informasi.
7. Tujuan-tujuan dengan keluaran (output) yang berkualitas

Dimensi Budaya Organisasi

Menurut Cameron terdapat 2 (dua)  dimensi utama, yaitu :
1. DIMENSI PERTAMA, dimensi ini membedakan kriteria keefektifan yang menekankan pada kefektifan, keleluasaan/diskresi, dan dinamis, dengan/dari kefektifan yang menekankan stabilitas, tatanan dan kontrol.
2. DIMENSI KEDUA, dimensi ini membedakan kriteria keefektifan yang menekankan pada orientasi internal, integrasi dan kesatuan dengan dan dari keefektifan yang menekankan pada orientasi eksternal, differensiasi (pembedaan) dan persaingan.

Hal yang mempengaruhi Budaya Organisasi

Menurut Tosi et. All., dalam Munandar (2001: p.46), budaya organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:1. Pengaruh umum dari luar yang luas, mencakup faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan atau hanya sedikit dapat dikendalikan oleh organisasi.
2. pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat, keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas misalnya kesopansantunan dan kebersihan.
3. faktor-faktor yang spesifik dari organisasi, organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungannya.

Itulah diskusi pada pertemuan ketujuh Komunikasi Organisasi. Setelah itu di bukalah sesi tanya jawab.
Semua di ajurkan untuk bertanya atau menjawab karena itu merupakan bukti kehadiran selain itu melatih dinamika diskusi kita.
Saya : Pada dimensi iklim komunikasi organisasi, bagaimana cara keterbukaan terhadap komunikasi bawahan terjadi dengan lancar?
Syafira Refi Oktaviyani 1940210014 : Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari mbak vivi yaitu dengan cara memberikan dorongan semangat, kepercayaan dan penghargaan kepada bawahannya mba

Setelah diskusi selesai, ditutup oleh pemateri kelompok 6 dan juga bu Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I  dengan bacaan hamdalah.
Sekian tulisan dari saya. Kurang lebihnya mohon maaf. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kamis, 22 Oktober 2020

PERTEMUAN VI (22/10)

Nama : Vivi Rima Mellinda
Kelas : A3KPI
Mata Kuliah : Komunikasi Organisasi
Dosen : Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I
Instansi : IAIN Kudus

Dalam mata kuliah Komunikasi Organisasi pada pertemuan kelima ini dilakukan  secara daring dipimpin oleh kelompok 5 yang terdiri oleh 3 orang pemateri yaitu Candra Wibowo (1940210004),
Ummul Lathifah (1940210010), dan
Syafira Refi Oktafiyani (1940210014)
Sesuai dengan RPS dan kontrak perkuliahan pada pertemuan kali ini, kelas menyepakati untuk berdiskusi melalu WhatsApp Grup. Dalam pertemuan kali ini membahas tentang "Kepemimpinan Dalam Komunikasi Organisasi".
Berikut adalah paparan diskusi pertemuan keenam ;

Kepemimpinan Dalam Komunikasi Organisasi


Seperti yang kita ketahui, kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk menggerakkan orang lain agar mau mengikuti pemimpin dalam rangka untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sebagian besar definisi kepemimpinan mencerminkan bahwa kepemimpinan berkaitan dengan proses dari seseorang terhadap orang lain untuk membimbing, membuat struktur, memfasilitasi aktivitas dan hubungan di dalam kelompok maupun organisasi. Adapun definisi kepemimpinan menurut para ahli sebagai berikut ;
• (Hemphill & Coons, 1957) Kepemimpinan adalah  “perilaku individu ... yang mengarahkan aktivitas kelompok untuk mencapai sasaran bersama.”
• (D. Katz & Kahn, 1978) Kepemimpinan adalah “pengaruh tambahan yang melebihi dan berada di atas kebutuhan mekanis dalam mengarahkan organisasi secara rutin”
• (Drath & Palus, 1994) “Kepemimpinan adalah proses untuk membuat orang memahami manfaat bekerja bersama orang lain, sehingga mereka paham dan mau melakukannya”

Kepemimipinan menyangkut orang lain, bawahan, atau pengikut.Terdapat tiga variabel yang mempengaruhi aktivitas kepemimpinan antara lain : Pemimpin, Pengikut/bawahan (yang dipimpin), Situasi kerja.

Apabila ketiga variable tersebut dikelola dan diperhatikan dengan baik maka akan didapatkan suatu kepemimpinan yang baik, artinya bahwa kepemimpinan sebagai suatu proses dimana seorang pemimpin melakukan interaksi dan kerja sama yang baik dengan para bawahan dalam suatu upaya pencapaian tujuan dengan membangun suasana atau situasi kerja yang mendukung bagi tercapainya maksud tersebut.
Berikut adalah karakteristik Utama Seorang Pemimpin :
Mereka memberikan arahan dan arti bagi orang-orang yang mereka pimpin. Seorang pemimpin harus menumbuhkan kepercayaan. Pemimpin mampu mendorong tindakan dan pengambilan resiko. Pemimpin memberikan harapan.

Selain itu, Kepemimpinan memiliki fungsi sebagai berikut ;
1. Planning
Fungsi perencanaan dalam organisasi adalah suatu kegiatan membuat tujuan organisasi dan diikuti dengan membuat berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
2. Organizing
Merupakan suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya manusia dan sumber daya fisik lainnya yang dimiliki organisasi untuk menjalankan rencananya yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan organisasi.
3. Actuating
Merupakan tindakan untuk dapat memulai, memprakarsai, memotivasi dan mengarahkan serta memengaruhi anggota yang bersifat penting, tetapi tidak akan ada output konkrit yang akan dihasilkan sampai kita mengimplementasikan aktivitas-aktivitas yang diusahakan dan diorganisasikan.
4. Lasding
Lasding merupakan fungsi  bimbingan. Segenap anggota mampu dan bersedia bekerja dengan baik apabila pimpinan mampu mempelopori, memberi teladan, memberi bimbingan dan arahan kepada bawahan dalam mencapai sebuah tujuan.
5. Leading
Merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh seorang pemimpin agar orang-orang bertindak sesuai dengan tupoksinya.
6. Directing
Fungsi yang memberikan petunjuk secara singkat dan jelas. Petunjuk hendaknya lebih kearah cara pengerjaan dan penyelesaian, sehingga langsung dapat diterima oleh anggota.
7. Komanding
Merupakan perintah tegas terkait apa yang perlu dan tidak perlu dikerjakan dan kapan harus selesai.
8. Motivating
Ketika melaksanakan fungsi ini perlu memberikan alasan-alasan kepada segenap anggota sehingga mereka dapat menentukan sendiri apa dan bagaimana pekerjaanharus diselesaikan dengan baik dan benar.

Gaya Kepemimpinan Menurut Ludlow dan Panton
Dikutip oleh Djoko Purwanto dalam bukunya Komunikasi Bisnis, gaya kepemimpinan ada 4 : Pengarahan : digunakan dalam situasi dan kondisi bahwa seorang anggota dan bawahan belum memiliki pengalaman yang cukup dalammenjalankan sebuah tugas. Selain itu, tugas pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya cenderung kompleks dan rumit.
Pembekalan : digunakan pada saat situasi dan kondisi karyawan telah memiliki pengalaman yang cukup dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan ataupun tugas yang menjadi tanggungjawabnya. Selain itu, seorang anggota atau bawahan harus memiliki kemauan dan motivasi yang kuat dalam menyelesaikan seluruh tugasnya.
Dukungan : ketika situasi dan kondisi seorang anggota atau bawahan telah mampu mengenal teknik yang dituntut dan telah mengembangkan hubungan baik dengan pimpinan.
Pendelegasian : tepat digunakan pada situasi dan kondisi saat anggota telah memahami dengan baik tugas-tugas yang sudah diberikan. Meskipun sudah mendelegasikan sebagian tugas pekerjaan, seorang pemimpin harus tetap memonitoring atas kinerja bawahannya.

Itulah diskusi pada pertemuan keenam Komunikasi Organisasi. Setelah itu di bukalah sesi tanya jawab.
Semua di ajurkan untuk bertanya atau menjawab karena itu merupakan bukti kehadiran selain itu melatih dinamika diskusi kita.
Saya : Bagaimana seorang pemimpin mengarahkan semua anggotanya agar kompak saat menjalankan tugasnya?
Vivi Rima Mellinda 1940210026
Presenter : Menurut kami, seorang pemimpin mengarahkan anggotanya agar kompak itu dengan cara menumbuhkan solidaritas antar anggota satu dengan anggota yg lainnya, dan setelah menumbuhkan sikap tersebut, seorang pemimpin mengadakan sebuah forum untuk berdiskusi ataupun sharing² antara pimpinan dengan anggota supaya pimpinan dapat memahami karakter anggota dan supaya anggotanya lebih kompak lagi.

Setelah diskusi selesai, ditutup oleh pemateri kelompok 5 dan juga bu Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I  dengan bacaan hamdalah.
Sekian tulisan dari saya. Kurang lebihnya mohon maaf. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sabtu, 17 Oktober 2020

PERTEMUAN V (15/10)

Nama : Vivi Rima Mellinda
Kelas : A3KPI
Mata Kuliah : Komunikasi Organisasi
Dosen : Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I
Instansi : IAIN Kudus

Dalam mata kuliah Komunikasi Organisasi pada pertemuan kelima ini dilakukan secara daring dipimpin oleh kelompok 4 yang terdiri oleh Putri Suryaningsih (1940210011), Maulana Kamaludin (1940210011) , Dhea Oktaviana (1940210037). Dalam pertemuan kali ini membahas tentang "Proses Pengambilan Keputusan Dalam Komunikasi Organisasi". Berikut adalah paparan diskusi pertemuan kelima :

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM KOMUNIKASI ORGANISASI
Seperti yang kita ketahui komunikasi adalah dasar dari jalannya organisasi. Komunikasi yang mengatur bagaimana manusia berhubungan dan saling bergantung dengan yang lain dalam organisasi dipelajari dalam komunikasi organisasi. Dalam organisasi terdiri dari beberapa orang yang memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing dan berhubungan satu sama lain.
Untuk melakukan koordinasi yang baik dalam menjalankan tugas masing – masing personel dibutuhakn komunikasi yang baik sehingga tujuan organisasi dapat terwujud.
Definisi pengambilan keputusan menurut James A.F. Stoner adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah. Dalam sebuah organisasi, pengambilan keputusan sangat menentukan arah gerak organisasi tersebut. Komunikasi organisasi yang baik juga akan berdampak pada pengambilan keputsan suatu organisasi. Oleh karena itu,  Proses pengambilan keputusan dalam komunikasi organisasi harus diperhatikan demi tercapainya visi, misi dan tujuan suatu organisasi.
Adapun dasar pengambilan keputusan antara lain : 
- Intuisi,
- Pengalaman,
- Fakta,
- Wewenang,
- Logika atau Rasional
.
Selain itu ada juga faktor – faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan : 
1. Nilai individu
Nilai yang telah dianut dan dipercaya oleh seseorang sangat mempengaruhi dalam pengambilan suatu keputusan. Nilai tersebut adalah keyakinan dasar yang telah tertanam sejak kecil dan terbentuk karena lingkungan keluarga dan juga masyarakat.
2. Kepribadian
Kepribadian adalah cara pandang seseorang dalam berinteraksi dengan yang lain. Kepribadian adalah faktor seseorang Psikologi komunikasi. Biasanya lahir atau melekat pada diri seseorang berdasarkan pemikiran, kajian – kajian, temuan – temuan, perasaan, dan lain – lain.
Kepribadian sangat mempengaruhi tempermen dan sikap seseorang dalam bertindak. Ciri khas seseorang juga bisa dilihat berdasarkan kepribadiannya.
3. Kecenderungan terhadap pengambilan resiko
Situasi ketidakpastian cenderung lebih menyulitkan seseorang dalam mengambil keputusan. Karena tidak ada dasar terhadap pilihan strategi. Ketidakpastian juga membuat keputusan yang diambil tidak diketahui resiko kedepannya bagaimana.

Itulah diskusi pada pertemuan kelima Komunikasi Organisasi. Setelah diskusi selesai, ditutup oleh pemateri kelompok 4 dan juga bu Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I dengan bacaan hamdalah. 
Sekian tulisan dari saya. Kurang lebihnya mohon maaf. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selasa, 13 Oktober 2020

PERTEMUAN IV (08/10)

Nama : Vivi Rima Mellinda
Kelas : A3KPI
Mata Kuliah : Komunikasi Organisasi
Dosen : Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I
Instansi : IAIN Kudus

Motivasi Dalam Komunikasi Organisasi
Motivasi berasal dari kata Latin "mavere" yang berarti dorongan. Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kebudayaan kerja seseorang, agar mereka mau bekerja sama untuk mencapai kepuasan.
setiap pimpinan perlu memahami proses-proses psikologikal apabila berkeinginan untuk membina karyawan secara berhasil dalam upaya pencapaian sasaran-sasaran organisasi.
pada dasarnya manusia mudah diberikan motivasi karena apabila setiap kebutuhan yang terpenuhi maka seseorang mempunyai motivasi yang tinggi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan
Adapun faktor yang mempengaruhi motivasi antara lain
1. Faktor internal
• Keinginan untuk mendapatkan penghargaan
• Keinginan untuk memperoleh pengakuan
• Keinginan untuk berkuasa
• Keinginan untuk tetap mempertahankan posisi  tetap mempertahankan posisi
2. Faktor Eksternal
• Kondisi lingkungan kerja
• Supervisi atau atasan
• Status dan tanggung jawab

Tujuan pemberi motivasi sebagai berikut,
• Mendorong gairah dan semangat kerja pada bawahan
• Meningkatkan moral dan kepuasan kerja
• Meningkatkan produktivitas kerja
• Meningkatkan disiplin dan menurunkan tingkatan absensi
• Menciptakan suasana dan lingkungan kerja yang baik

Menurut Arifin (2003:58) pemimpin perlu melakukan motivasi kewajibannya karena beberapa alasan berikut ini :
• Untuk mengamati dan memahami tingkah laku bawah
• Mencari dan menentukan kepala serta tingkah laku bawahan
• Memperhitungkan mengawasi dan mengubah serta mengarahkan tingkah laku bawahan

Jumat, 09 Oktober 2020

PERTEMUAN III (01/10)

Nama : Vivi Rima Mellinda
Kelas : A3KPI
Mata Kuliah : Komunikasi Organisasi
Dosen : Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I
Instansi : IAIN Kudus

Fungsi Komunikasi Organisasi
Terdapat fungsi komunikasi organisasi sebagai berikut ;
• Manusia dapat mengontrol lingkungannya
• Beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggal
• Memperbanyak sahabat
• Memperbanyak rezeki
• Memelihara hubungan baik antar sesama manusia

Fungsi komunikasi ditinjau dari beberapa aspek antara lain : 
1. Fungsi komunikasi dari aspek kesehatan
• Menghindari dari rasa kurang percaya diri
• Menghindari gangguan kejiwaan atau depresi
2. Fungsi komunikasi dari aspek diri sendiri
• Meningkatkan kematangan berpikir sebelum bertindak
• Selalu berhati-hati dalam berbicara
3. Dari aspek antar pribadi
• Meningkatkan hubungan antar manusia
• Menghindari dan mengatasi konflik-konflik antar pribadi
• Mengurangi ketidakpastian akan sesuatu
• Untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain
4. Dari aspek komunikasi massa
• Menyebar luaskan informasi
• Meratakan pendidikan
• Merangsang pertumbuhan ekonomi
• Menciptakan kegembiraan dalam hidup seseorang

Menurut Littlejhon fungsi teori ada 9 di antaranya adalah
1. Mengoperasikan dan menimbulkan pengetahuan tentang suatu hal.
2. Memfokuskan terhadap hal-hal atau aspek-aspek dari suatu objek yang diminati
3. Menjelaskan bahwa teori harus mampu membuat tentang hal yang diamati
4. Pengamatan yang di mana menunjukkan bahwa teori tidak saja menjelaskan tentang apa yang sebaiknya diamati
5.  Membuat prediksi menghitung kejadian yang diminati berlaku pada masa lalu
6. Fungsi heuristik
7. komunikasi yang menunjukkan bahwa teori seharusnya tidak menjadi monopoli di penciptanya
8. Kontrol atau mengawasi yaitu bersikap normatif karena asumsi-asumsi teori dapat berkembang menjadi norma-norma atau nilai-nilai yang dipegang dalam kehidupan sehari-hari
9. Fungsi generatif yang di mana sangat menonjol di kalangan pendukung tradisi atau aliran.

Menurut sendjaja terdapat 4 fungsi komunikasi organisasi antara lain ;
1. Fungsi Informatif
Yang dimana setiap anggota organisasi diharapkan mampu memberi dan menerima informasi dengan baik
2  Fungsi Regulatif
Fungsi yang berkaitan dengan pengaturan pengaturan dan pedoman yang berlaku dalam suatu organisasi
3. Fungsi Persuatif
Merupakan cara lain dari perintah dengan cara mengalihkan menjadi tugas
4. Fungsi Integratif
Fungsi yang menyediakan saluran bagi setiap anggota organisasi untuk dapat melaksanakan tugas dan pekerjaannya dengan baik

PERTEMUAN II (24/09)

Nama : Vivi Rima Mellinda
Kelas : A3KPI
Mata Kuliah : Komunikasi Organisasi
Dosen : Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I
Instansi : IAIN Kudus

Komunikasi organisasi dalam konteks dakwah
I. Pengertian Komunikasi Organisasi 
Komunikasi berasal dari bahasa latin "communication" Dan perkataan ini bersumber pada kata "communis" yang memiliki arti sama yaitu sama mengenai suatu hal. Jadi, Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pernyataan oleh seseorang pada orang lain.
Organisasi adalah suatu kelompok orang yang bekerja sama untuk tujuan bersama
Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal atau informal dari suatu organisasi.

Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi 
Komunikasi informal adalah komunikasi yang di setujui secara sosial. 
Adapun tujuan organisasi sebagai berikut : 
Mengatasi terbatasnya kemampuan kemandirian dan sumber daya yang dimiliki dalam mencapai tujuan
Sebagai tempat mencapai tujuan dengan selektif dan efisien karena melakukan secara bersama-sama
Sebagai tempat mendapatkan jabatan dan pembagian kerja
Ciri-ciri organisasi antara lain : Adanya sekumpulan orang kerja sama aturan dan pembagian tugas

II. Komunikasi organisasi dalam konteks dakwah
Pengembangan organisasi dalam Islam merupakan bentuk anjuran untuk mengembangkan segala sesuatu dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Jika dilihat dari perspektif Islam seorang pemimpin harus memenuhi beberapa syarat untuk melaksanakan komunikasi kepemimpinan dalam organisasi, yang gimana harus mempunyai sifat sifat Mahmudah. Sifat Mahmudah diantaranya adalah berilmu, adil, berani, kesucian moral, pemurah, pemaaf, menepati janji, benar, tegas, bijaksana, berpikir dan sebagainya.
Memelihara hubungan baik dengan Allah SWT, sebagaimana sesuai dengan firman  Allah SWT QS. Adz- Dzariat:56

PERTEMUAN I (17/09)

Nama : Vivi Rima Mellinda
Kelas : A3KPI
Mata Kuliah : Komunikasi Organisasi
Dosen : Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I
Instansi : IAIN Kudus

KONTRAK BELAJAR DAN RPS KOMUNIKASI ORGANISASI

Dalam mata kuliah Komunikasi Organisasi pada semester III ini diampu oleh bu Primi Rohimi, S.Sos., M.S.I. secara daring.

Berikut adalah kontrak Perkuliahan Komunikasi Organisasi :
Rencana Pembelajaran Semester (RPS) menyesuaikan dengan perkuliahan dari saat ini antara lain :
Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) ini disusun disesuai dengan Panduan CPL Diktis 2018 untuk mata kuliah prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Mata kuliah Komunikasi Organisasi ini akan memberikan pengetahuan secara teoritik dan praktik kepada mahasiswa tentang Komunikasi Organisasi dengan wawasan Ilmu Islam Terapan. Pembahasan utama dalam mata kuliah ini antara lain Komunikasi Organisasi dalam Konteks Dakwah, Fungsi Komunikasi Organisasi, Motivasi dalam Komunikasi Organisasi, Proses Pengambilan Keputusan sebagai bentuk Komunikasi Organisasi, Kepemimpinan dalam Komunikasi Organisasi, Pengaruh Iklim dan Budaya Organisasi terhadap Komunikasi Organisasi, Kesetaraan Gender dalam Komunikasi Organisasi, Konflik dalam Komunikasi Organisasi, Model Komunikasi Organisasi, Teori Komunikasi Organisasi, Dinamika Komunikasi Organisasi, Etika Komunikasi Organisasi, dan Strategi Komunikasi Organisasi.

Materi pembelajaran Komunikasi Organisasi ini antara lain :
1. Komunikasi Organisasi dalam Konteks Dakwah, 
2. Fungsi Komunikasi Organisasi, 
3. Motivasi dalam Komunikasi Organisasi, 
4. Proses Pengambilan 
Keputusan sebagai Bentuk Komunikasi Organisasi, 
5. Kepemimpinan dalam Komunikasi Organisasi, 
6. Pengaruh Iklim dan Budaya Organisasi terhadap Komunikasi Organisasi, 
7. Kesetaraan Gender dalam Komunikasi Organisasi, 
8. Konflik dalam Komunikasi Organisasi, 
9. Model Komunikasi 
Organisasi, 
10. Teori Komunikasi Organisasi, 
11. Dinamika Komunikasi Organisasi, 
12. Etika Komunikasi Organisasi, 
13. Karya Ilmiah Komunikasi 
Organisasi.

PERTEMUAN XV

Nama : Vivi Rima Mellinda Kelas : A3KPI Mata Kuliah : Komunikasi Organisasi Dosen : Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I Instansi : IAIN Kudus D...